Apa Alasannya Pondok Pesantren Syafa’ah Darussalam Berdiri dan Aktif di Tengah-Tengah Kota Denpasar Bali?

Banyak sekali alasannya mengapa Pondok Pesantren Syafa’ah Darussalam berdiri dan aktif di tengah-tengah Kota Denpasar Bali. Mau tau alasannya apa? YUK KEPOIN AJA! Pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan islam tertua di Indonesia, memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter, moral, dan intektual umat muslim. Dengan mengedepankan pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman, pesantren juga menjadi pusat pendidikan dakwah dan pemberdayaan masyarakat khususnya di daerah masyarakat non muslim. Namun, tidak mudah dalam mendirikan pondok pesantren di tengah tengah kalangan masyarakat non islam. Banyak sekali menghadirkan tantangan, yang dikatakan tidak mudah. Di tengah keberagaman agama, budaya, dan tradisi masyarakat bali, pesantren menghadapi tantangan besar dalam menjalankan peran pendidikannya. Salah satu tantangan ini tidak hanya terkait dengan penerimaan masyarakat non-muslim terhadap keberagamaan pesantren, tetapi juga menyangkut bagaimana pesantren mampu menjalin hubungan harmonis tanpa kehilangan idenditas keislamannya. Salah satu tantangan utama yang di hadapi oleh pesantren di wilayah Bali adalah stereotip atau perasangka negatif yang masih ada di sebagian kalangan masyarakat. Selain itu, tantangan interal seperti keterbatasaan sumber daya manusia dan fasilitas juga menjadi perhatian utama. Pondok pesantren di wilayah minoritas seringkali harus bersaing dengan lembaga pendidikan lain yang lebih mapan secara finansial dan infrastruktur. Di sisi lain, keberadaan pesantren di tengah masyarakat non muslim juga membuka peluang besar untuk memperkuat nilai nilai toleransi antar agama. Pesantren memiliki potensi untuk menjadi jembatan dialog antara agama yg efektif, mengingat pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama tapi juga nilai nilai universal seperti kejujuran, kerja keras dan kasih sayang. Interaksi antara santri dan masyarakat non muslim di sekitar pesantren dapat menciptakan dinamika yang konstuktif, dimana kedua pihak saling belajar dan menghormati perbedaan. Kemudian, keberadaan pesantren di tengah masyarakat non muslim seperti di Bali juga memberikan peluang untuk memperkenal islam secara damai dan humanis. Dengan melalui interaksi sehari-hari, masyarakat dapat memahami bahwa islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin, yang membawa kedamaian dan kebaikan bagi masyarakat.

Bagaimana Pesantren Syafa’ah Darussalam Berperan di Tengah-tengah masyarakat minoritas.

Ditengah keberagaman masyarakat,kehadiran Pondok Pesantren Syafa’ah Darussalam menjadi oase yang menyejukkan. Tidak hanya berfokus pada pendidikan agama, pesantren ini juga aktif menjalin harmoni dan membangun kepercayaan di kalangan masyarakat minoritas, menunjukkan bahwa nilai nilai islam sejati adalah tentang kasih, toleransi dan persaudaraan. Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang sudah lama ada di Indonesia. Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang membentuk moral akhlak dan kedisplinan serta tanggung jawab sehari hari. Peran pondok pesantren tak hanya berjalan dalam bidang moral saja, tetapi berjalan di bidang pendidikan dan keagamaan juga. Terbentuk nya Pondok Pesantren Syafa’ah Darussalam memiliki kontribusi yang besar dalam membina, mencerdaskan,dan mengembangkan masyarakat, khususnya masyarakat yang berada dilingkungan yang minoritas. Pesantren juga bisa bisa mendorong perannya sendiri dengan menggali bakat dan potensi yang dimiliki masyarakat sekitar. Pondok pesantren sebagai subjek untuk mencerdaskan masyarakat dalam pendidikan, dakwah dan sosial harus terus kita dukung, supaya peran itu benar benar tersampaikan ke masyarakata sekitar. Pondok Pesantren Syafa’ah Darussalam yang didirikan di tengah tengah mayoritas non islam,sudah memberikan peranan yang baik dalam membimbing masyarakat. Selain lembaga yang berjalan di bidang kaegamaan, ada juga lembaga yang berjalan di bidang pendidikan, yaitu SPM (Satuan Pendidikan Mu’addalah) tingkat ULYA yang setara dengan pendidikan SMA (Sekolah Menengah Akhir), yang mana di lembaga itu diterapkan sistem PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) yang bertujuan untuk menyebarkan dakwah serta ilmu ilmu agama yang mempelajari bagaimana cara membaca Al-Quran yang sesuai dengan ilmu ilmu tajwidnya. Masyarakat yang tinggal didaerah yang minoritas, memiliki kesulitan untuk mencari pendidik yang tak hanya bisa mengajarkan ilmu dunia saja, melainkan ilmu akhirat juga. Pondok Pesantren Syafa’ah Darussalam berperan besar dalam mewujudkan hal itu. Dengan diadakannya sitem PPL, para masyarakat memiliki secercah harapan terhadap pendidikan akhirat anak anak mereka. Selain mengajarkan ilmu agama, Pondok Pesantren Syafa’ah Darussalam mengajarkan bagaimana berinteraksi secara sosial dengan warga secara sopan dan santun. Tidak semerta merta menyampaikan ilmunya saja, melainkan memberi contoh bahwa sudah seharusnya kita sebagai manusia, memiliki akhlak yang baik,tutur kata yang sopan,serta mencontoh suri tauladan kita, yakni Nabi Muhammad SAW. Banyak dari kalangan anak-anak zaman sekarang yang mengalami yang namanya “Demam mic“, yang memiliki arti takut untuk bicara di hadapan banyak orang. Pesantren Syafa’ah Darussalam memberikan pengajaran bagaimana cara bertutur kata yang baik dan bagaimana cara menjadi “Pembicara” yang baik dikalangan masyarakat. Oleh karena itu di kalangan minoritas, pesantren memiliki peran yang sangat penting untuk diterapkan di masyarakat. Kecakapan dalam menyampaikan, bertoleransi dengan sesama juga diajarkan di Pondok Pesantren Syafa’ah Darussalam. Masyarakat yang kesulitan mencari pendidik yang bisa mengajarkan ilmu akhirat menjadi lebih tenang karna adanya pesantren yang didirikan di tengah-tengah kalangan minoritas.